Simalungun. BongkarKasusNews.com- Kepala Desa (Pangulu) Dolok Maraja, Andi Winariadi, menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan dengan menggelar kegiatan gotong royong bersama remaja Dolok Maraja dan mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan I, tepatnya di areal Kebun Bridgestone, pada hari Minggu (19/01/2025) hari yang cerah penuh semangat kebersamaan.
Gotong royong ini berfokus pada pembersihan parit yang selama ini berpotensi menjadi sumber masalah lingkungan, seperti genangan air dan penyumbatan aliran pembuangan. Tindakan nyata ini tidak hanya menjadi contoh bagaimana sebuah desa dapat menjaga keasrian lingkungannya, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat solidaritas antara masyarakat setempat dan generasi muda.
Dalam sambutannya, Pangulu Andi Winariadi menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan agama. “Bersih itu pangkal sehat. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, kita bisa terhindar dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, gotong royong ini adalah langkah kecil tapi berdampak besar untuk kebaikan bersama,” tutur Andi dengan penuh semangat.
Kegiatan ini tak hanya melibatkan masyarakat setempat, tetapi juga mahasiswa UISU yang turut hadir memberikan kontribusi. Para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dan menjadi contoh bagaimana kaum muda dapat berperan aktif dalam membangun komunitas. “Ini adalah pengalaman berharga bagi kami, berinteraksi langsung dengan masyarakat, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan, yang memang menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujar salah satu mahasiswa UISU.
Gotong royong yang melibatkan generasi muda ini juga menjadi momentum untuk membangkitkan rasa cinta terhadap lingkungan dan menanamkan nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Pangulu Andi Winariadi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, tidak hanya untuk kebersihan lingkungan tetapi juga untuk memperkuat hubungan antarwarga.
Kegiatan sehari itu ditutup dengan suasana penuh keakraban. Semua pihak yang terlibat merasa puas dengan hasil kerja keras mereka. Parit yang sebelumnya dipenuhi sampah dan kotoran kini tampak bersih, memungkinkan air mengalir dengan lancar. Hal ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain untuk terus giat menjaga kebersihan lingkungan melalui kerja sama dan solidaritas.
Dengan dedikasi yang tinggi dari Pangulu Dolok Maraja serta partisipasi kaum muda, gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dilakukan oleh siapa saja. Kebersihan tak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menjadi cerminan keimanan dan tanggung jawab sosial kita bersama. (P.Purba/Jhon)