Simalungun. BongkarKasusNews.com – Mariono, seorang perwakilan dan tokoh yang dipercaya oleh petani, bersama para kelompok tani Mekar Sari yang mengusahai lahan eks Goodyear seluas 67 hektar di Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun, menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui kesepakatan yang terjalin, Mariono serta petani lainnya siap membayar PAD senilai Rp 3 atau 3 jutaan per tahun. Komitmen ini bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan dan menunjukkan kontribusi nyata petani kepada pembangunan daerah.
Mariono menegaskan, ia tidak hanya berkomitmen mewakili para petani, tetapi juga siap mendahulukan proses pembayaran PAD sebagai bukti tanggung jawabnya. Langkah ini merupakan upaya nyata untuk memastikan lahan eks Goodyear yang terletak di Kecamatan Tapian Dolok dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan manfaat kepada seluruh pihak. Mariono dan para petani juga akan mulai mengambil langkah lebih konkret, seperti menyurati pihak berwenang serta mengadakan audiensi setelah pergantian kepala daerah yang baru nanti pada Maret atau April 2025.
Tidak hanya itu, dalam usahanya mencapai tujuan ini, Mariono dan petani di wilayah tersebut akan didampingi oleh PKRI Investigasi. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan hukum, demi mendukung visi ketahanan pangan yang lebih luas. Dengan adanya pendampingan ini, mereka berharap dapat menjamin keberlanjutan pengelolaan lahan eks Goodyear sebagai lahan produktif yang dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Tapian Dolok.
Langkah Mariono dan para petani ini mencerminkan sinergi antara masyarakat lokal dan pemerintah dalam membangun daerah. Mereka berharap inisiatif ini dapat membawa dampak positif, tidak hanya bagi petani, tetapi juga untuk pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Ketahanan pangan menjadi isu yang semakin penting, dan memanfaatkan potensi lahan seperti eks Goodyear dengan tata kelola yang tepat dapat menjadi salah satu cara untuk menjawab tantangan tersebut.
Komitmen ini tidak hanya sekadar janji, tetapi sebuah aksi konkrit dari rakyat kecil untuk mendukung pembangunan daerah. Mariono dan para petani di wilayah tersebut siap bekerja sama, mewujudkan kawasan ini sebagai pusat ketahanan pangan yang produktif. Kehadiran kepala daerah baru nantinya diharapkan dapat membuka pintu dialog lebih luas, sehingga rencana ini dapat segera terealisasi demi kesejahteraan bersama.(JT)